Rayakan Satu Tahun Perjalanan, Gerakan Rakyat Kalteng dan Katingan Kobarkan Gerakan Hijau Lewat Aksi Tanam Pohon
Budi
Selasa, 24 Februari 2026 | 23:53 WIB
Gerakan Rakyat memasuki usia satu tahun dengan langkah yang tidak biasa. Alih-alih sekadar merayakan secara seremonial, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Kalimantan Tengah bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kabupaten Katingan memilih merayakannya dengan aksi nyata: menanam pohon untuk masa depan yang lebih hijau.
Pada Minggu (22/02/2026), sinergi antara DPW dan DPD diwujudkan melalui gerakan penghijauan sebagai simbol komitmen, konsistensi, dan tanggung jawab sosial organisasi terhadap kelestarian lingkungan. Langkah ini menjadi penegasan bahwa usia satu tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi sekaligus pembuktian.
Dari Refleksi Menuju Aksi Konkret
Perjalanan satu tahun adalah fondasi penting bagi setiap organisasi. Di fase ini, publik menilai bukan hanya visi dan narasi, tetapi juga aksi dan dampak yang dihasilkan. Gerakan Rakyat memahami bahwa kredibilitas dibangun melalui kontribusi nyata.
Aksi tanam pohon ini merupakan implementasi dari keputusan strategis yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar pada 18 Januari 2026 di Hotel Arya Duta Jakarta. Dalam forum tersebut, isu banjir dan kerusakan lingkungan di berbagai daerah menjadi perhatian serius. Diskusi internal menegaskan bahwa solusi tidak cukup berhenti pada wacana—perlu langkah mitigasi berbasis gerakan kolektif.
Melalui program bertajuk “Satu Orang Satu Pohon”, Gerakan Rakyat mengajak setiap kader dan masyarakat untuk mengambil peran sederhana namun berdampak besar: menanam dan merawat satu pohon. Sebuah tindakan kecil yang, jika dilakukan bersama, akan menghasilkan perubahan signifikan.
Menjawab Ancaman Kerusakan Lingkungan
Kalimantan Tengah bukan wilayah yang asing dengan persoalan deforestasi. Aktivitas pembalakan liar dan eksploitasi hutan secara berlebihan telah menyisakan dampak serius, mulai dari berkurangnya tutupan lahan hingga meningkatnya risiko banjir.
Ketua DPD GR Kabupaten Katingan, Sulardi, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif.
“Satu orang satu pohon akan menjadi kekuatan besar jika dilakukan bersama. Bayangkan ribuan orang bergerak, maka ribuan pohon akan tumbuh. Inilah investasi lingkungan yang nyata,” ujarnya penuh optimisme.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa perubahan lingkungan tidak harus dimulai dari kebijakan besar semata, tetapi dari partisipasi aktif masyarakat. Gerakan Rakyat ingin menghadirkan paradigma baru: menjaga alam bukan tugas segelintir pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Wakil Ketua DPW GR Kalteng, Ali Wardana, juga menyoroti pentingnya momentum ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai bencana yang terjadi akibat hutan gundul. Menurutnya, kerusakan ekosistem telah memicu siklus bencana yang semakin sulit dikendalikan.
Pohon bukan hanya elemen penghias lanskap. Secara ekologis, akar pohon berfungsi menyerap air dan memperkuat struktur tanah, sehingga mampu menekan risiko longsor dan banjir. Ketika hutan ditebang tanpa kontrol, keseimbangan alam terganggu dan masyarakatlah yang menanggung akibatnya.
Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Aksi tanam pohon dalam rangka HUT ke-1 ini juga menjadi sarana edukasi publik. Gerakan Rakyat ingin menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini, baik di kalangan kader maupun masyarakat luas.
Pendekatan yang digunakan bukan sekadar instruktif, melainkan inspiratif. Dengan melibatkan berbagai elemen organisasi secara langsung, kegiatan ini menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap gerakan penghijauan. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya simbol peringatan hari jadi, tetapi simbol komitmen jangka panjang.
Selain kegiatan penghijauan, perayaan HUT ke-1 juga diisi dengan bakti sosial untuk masyarakat, kaderisasi serentak guna memperkuat kapasitas internal organisasi, serta pemasangan atribut organisasi di sejumlah titik strategis. Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Rakyat berupaya menyeimbangkan antara penguatan struktur dan kontribusi sosial.
Saatnya Bergerak Bersama
Peringatan satu tahun ini seharusnya tidak berhenti sebagai momentum internal organisasi. Lebih dari itu, ini adalah ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Jika satu orang menanam satu pohon, dan gerakan ini terus diperluas, maka dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Lingkungan yang lebih hijau berarti kualitas udara yang lebih baik, risiko banjir yang berkurang, dan masa depan yang lebih aman bagi generasi mendatang.
Gerakan Rakyat Kalteng dan Katingan telah menunjukkan langkah awal. Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan memperluas partisipasi. Karena pada akhirnya, organisasi yang besar bukan hanya yang memiliki struktur kuat, tetapi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Di usia yang masih muda, Gerakan Rakyat memilih untuk tumbuh seiring dengan tumbuhnya pohon-pohon yang ditanam hari ini. Sebuah simbol bahwa harapan, jika dirawat dengan komitmen dan kebersamaan, akan berakar kuat dan memberi kehidupan bagi banyak orang.
