Kunjungi Pulau Miangas, Sahrin Hamid Dengarkan Keluhan Warga Perbatasan
Budi
Minggu, 15 Februari 2026 | 23:09 WIB
MIANGAS — Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, berdialog langsung dengan tokoh adat dan masyarakat Miangas di Pendopo Miangas, Sabtu (13/2/2026) malam. Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi wilayah perbatasan Indonesia.
Pertemuan yang dihadiri Camat Miangas dan perwakilan kepolisian itu menyoroti sejumlah masalah mendasar, seperti terhentinya akses transportasi, minimnya layanan kesehatan, hingga kondisi fasilitas negara yang kurang terawat.
“Kami datang untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat Miangas agar dapat diperjuangkan ke depan,” kata Sahrin.
Tokoh adat Miangas, Petrus, mengungkapkan bahwa layanan feri menuju Miangas tidak lagi beroperasi dalam setahun terakhir. Kondisi ini dinilai menyulitkan mobilitas warga sekaligus distribusi kebutuhan pokok.
Keluhan juga disampaikan tokoh masyarakat Ibu Laling terkait layanan kesehatan. Ia menyebut Miangas hampir dua tahun tidak memiliki dokter.
“Puskesmas ada, tetapi tidak ada dokter dan obat-obatan terbatas. Warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Selain berdialog dengan warga, Sahrin juga meninjau sejumlah fasilitas negara pada Sabtu (14/2/2026). Ia menemukan beberapa bangunan kantor pemerintahan dalam kondisi rusak, pagar fasilitas umum copot, serta papan nama instansi tidak terurus.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan wilayah perbatasan masih membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan dan pelayanan dasar.
Warga Miangas juga mengeluhkan kebijakan perdagangan lintas batas Indonesia–Filipina yang dinilai membatasi aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini, batas nilai barang yang dapat dibawa hanya USD250.
Masyarakat berharap pemerintah dapat meninjau kembali kesepakatan tersebut agar perdagangan lintas batas dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Kami melihat langsung kondisi di Miangas. Wilayah perbatasan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat,” tegas Sahrin.
Kunjungan ke Miangas merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Sahrin setelah sebelumnya mengunjungi Merauke, Papua, dan Manado, Sulawesi Utara, untuk melihat kondisi wilayah terluar Indonesia.
Ia menegaskan aspirasi masyarakat Miangas akan terus disuarakan sebagai bagian dari perjuangan Gerakan Rakyat dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.
