Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Artikel

Dari Kurban Menjadi Kebersamaan: TurunTangan Bekasi Ciptakan Momen Hangat yang Menyatukan Ratusan Hati

Dari Kurban Menjadi Kebersamaan: TurunTangan Bekasi Ciptakan Momen Hangat yang Menyatukan Ratusan Hati
68352d88906a3 Kebiasaan Unik Saat Idul Adha Medium (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)
Budi

Budi

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:56 WIB

BEKASI – Idul Adha selalu menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan tahunan. Di balik prosesi penyembelihan hewan kurban, terdapat nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan oleh TurunTangan Bekasi melalui program sosial bertajuk “Pesta Kurban”, sebuah kegiatan yang berhasil menghadirkan kebahagiaan dan mempererat hubungan antarsesama di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi.

Untuk pertama kalinya diselenggarakan, Pesta Kurban mengusung tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”. Tema tersebut bukan hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan secara nyata melalui berbagai aktivitas yang melibatkan relawan, santri, donatur, dan masyarakat sekitar dalam satu rangkaian kegiatan yang penuh kehangatan.

Sebanyak sebelas ekor hewan kurban disembelih dan diolah bersama dalam suasana gotong royong yang begitu terasa. Mulai dari proses penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga distribusi daging dilakukan secara kolaboratif. Tidak ada sekat antara relawan dan masyarakat. Semua berbaur dengan tujuan yang sama, yakni berbagi manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

TurunTangan Bekasi merancang kegiatan ini dengan konsep yang unik dan interaktif melalui empat zona utama. Zona pertama adalah Pojok Potong Kurban, tempat seluruh proses pengolahan hewan kurban dilakukan dengan tertib dan penuh kebersamaan. Zona kedua adalah Lapak Berbagi Daging yang menjadi pusat distribusi daging kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Selanjutnya terdapat Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama, sebuah area yang menjadi pusat interaksi para relawan dan santri untuk mengolah hasil kurban menjadi hidangan lezat. Sementara zona terakhir, Santap Berjamaah, menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk duduk bersama menikmati makanan dan mempererat hubungan yang telah terjalin sepanjang hari.

Sejak pagi hari, suasana Pondok Pesantren Fajar Cendekia sudah dipenuhi aktivitas positif. Relawan bekerja dengan penuh semangat membantu berbagai kebutuhan teknis kegiatan. Di sisi lain, para santri tampak antusias mengikuti setiap proses yang berlangsung. Canda, tawa, dan obrolan hangat terdengar di berbagai sudut lokasi, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kuat.

Penanggung jawab kegiatan, Fitri Nur Azizah, menjelaskan bahwa Pesta Kurban lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman Idul Adha yang lebih bermakna. Tidak hanya berbagi daging kurban, tetapi juga membangun kedekatan dan rasa memiliki antarindividu yang terlibat.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi nilai penting yang ingin terus dijaga dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Melalui interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan, setiap orang memiliki kesempatan untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan yang berharga.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah kegiatan “Masak Besar Bersama” yang digelar pada sore hari. Dalam kesempatan tersebut, TurunTangan Bekasi menggandeng Fahmi Prachaya Rungroj atau yang lebih dikenal sebagai Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.

Kehadiran Chef Ami memberikan pengalaman baru yang tidak terlupakan bagi para santri. Dapur pesantren yang biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari mendadak berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Para peserta diajak mengenal proses memasak dalam skala besar sekaligus belajar pentingnya kerja sama dalam menghasilkan hidangan yang berkualitas.

Aroma rempah-rempah yang menggoda mulai memenuhi area pesantren ketika proses memasak dimulai. Dengan penuh antusias, para relawan dan santri membantu menyiapkan bahan makanan, mengaduk masakan di kuali besar, hingga menyajikan hidangan yang nantinya dinikmati bersama oleh sekitar 200 peserta.

Chef Ami mengaku merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kegiatan yang sarat dengan nilai kemanusiaan tersebut. Baginya, kegiatan sosial seperti ini selalu menghadirkan energi positif yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ia menilai bahwa memasak bersama bukan hanya tentang menghasilkan makanan yang lezat, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih dekat antarsesama. Saat semua orang bekerja sama untuk tujuan yang sama, tercipta rasa kebersamaan yang sangat kuat dan membekas dalam ingatan.

Setelah menikmati hidangan bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif yang melibatkan para santri dan relawan. Aktivitas tersebut dirancang untuk menumbuhkan semangat kerja sama, melatih komunikasi, serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak pesantren.

Keceriaan semakin terasa ketika para santri mengikuti berbagai permainan kelompok yang dipandu oleh relawan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan menjadi pemandangan yang menghiasi sore hingga menjelang malam hari.

Sementara itu, proses distribusi daging kurban kepada warga sekitar tetap berjalan sesuai rencana. Para relawan bergerak menuju Lapak Berbagi Daging untuk memastikan manfaat kurban dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial yang terus diusung oleh TurunTangan Bekasi.

Menjelang malam, seluruh peserta kembali berkumpul dalam acara bakar sate bersama. Momen sederhana ini justru menjadi salah satu bagian paling berkesan. Duduk melingkar, berbincang santai, dan menikmati hidangan bersama menciptakan suasana yang hangat dan penuh makna.

Bagi para santri, kehadiran para relawan memberikan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak hanya menerima manfaat dari kegiatan kurban, tetapi juga merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan yang tulus dari banyak orang yang peduli terhadap mereka.

Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi membuktikan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan dalam banyak cara. Kurban bukan hanya tentang memberikan daging kepada yang membutuhkan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, mempererat persaudaraan, dan menciptakan kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial tetap memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih hangat, harmonis, dan penuh rasa kemanusiaan.

Baca Juga