Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Politik

Dari Titik 0 Km Miangas, Gerakan Rakyat Tanam Pohon untuk Masa Depan Bumi

Dari Titik 0 Km Miangas, Gerakan Rakyat Tanam Pohon untuk Masa Depan Bumi
Ketum sahrin miangas tanam pohon 1280x1024 (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)
Budi

Budi

Senin, 16 Februari 2026 | 20:35 WIB

Di ujung utara Indonesia, tepat di Titik 0 kilometer Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (14/2) menjadi hari yang istimewa. Bukan hanya karena keindahan alamnya yang masih asri, tetapi juga karena sebuah langkah nyata untuk menjaga lingkungan dilakukan di sana. Gerakan Rakyat, organisasi yang dikenal aktif memperjuangkan kepedulian terhadap alam, mengadakan aksi tanam pohon yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum mereka, Sahrin Hamid.

Suasana pagi itu dipenuhi semangat. Bersama Camat Kecamatan Khusus Miangas Olita Papalu, Kepala Adat Ratumbanua atau Mangku I Ratumbanua, Ketua DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Talaud Ferdi Tumeno, serta jajaran DPC Gerakan Rakyat Miangas, Sahrin Hamid memimpin penanaman pohon bitung di sejumlah titik strategis. Setiap bibit yang ditanam bukan sekadar tumbuhan, tetapi simbol komitmen untuk menjaga hutan, melestarikan alam, dan mendorong terciptanya keadilan ekologi bagi semua makhluk hidup.

Gerakan Rakyat tanam pohon bukan sekadar ritual seremonial. Sahrin menjelaskan, aksi ini merupakan pesan moral yang kuat kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat luas. “Ketika kita menanam pohon hari ini, itu adalah pesan nyata bagi para pemimpin negeri bahwa hutan kita harus dijaga, deforestasi harus dihentikan, dan setiap langkah untuk menyelamatkan bumi sangat berarti,” kata Sahrin dengan tegas.

Dalam narasi yang mengalir dari kegiatan tersebut, terlihat jelas bagaimana Gerakan Rakyat menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua elemen masyarakat, dari pejabat hingga warga lokal, memiliki peran penting. Penanaman pohon ini menjadi simbol kolaborasi antara rakyat dan pemerintah, adat, serta organisasi sosial untuk memastikan keberlanjutan alam bagi generasi yang akan datang.

Sejak awal, Gerakan Rakyat telah menempatkan konsep keadilan ekologi sebagai landasan setiap aksi mereka. Dalam konteks Miangas, pulau yang secara geografis terletak di garis nol, pesan itu semakin relevan. “Pulau Miangas adalah titik nol, tempat yang strategis sekaligus simbolik. Apa yang kita lakukan di sini memiliki makna bahwa gerakan rakyat untuk bumi dimulai dari titik paling dasar sekalipun,” tambah Sahrin.

Para peserta tampak antusias, menggali lubang, menanam pohon, dan menyiramnya dengan penuh perhatian. Setiap bibit yang ditanam di tanah Miangas adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Lebih dari sekadar penanaman, kegiatan ini menjadi momentum edukasi bagi masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga lingkungan, memulihkan hutan yang hilang, dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Sahrin menekankan, Gerakan Rakyat tanam pohon akan menjadi gerakan berkelanjutan. Mereka tidak berhenti di Miangas. Di berbagai daerah lain, aksi serupa akan digelar, mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci untuk mengatasi krisis lingkungan yang semakin nyata. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, Gerakan Rakyat berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, bahwa setiap pohon yang ditanam adalah investasi untuk masa depan bumi.

Aksi ini juga menekankan keterlibatan adat dan budaya lokal. Kehadiran Kepala Adat Ratumbanua dan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan harus selaras dengan kearifan lokal. Pohon yang ditanam tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga menghormati nilai-nilai tradisional yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.

Ketika matahari mulai meninggi, ratusan bibit telah tertanam. Gerakan Rakyat tanam pohon di Titik 0 Km Miangas menjadi bukti nyata bahwa langkah sederhana bisa memiliki dampak luas. Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menumbuhkan kesadaran, membangun kolaborasi, dan memperkuat komitmen untuk keadilan ekologi.

Sahrin menutup kegiatan dengan pesan yang kuat: “Ini adalah awal, bukan akhir. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi saksi bahwa rakyat peduli, rakyat bertindak, dan rakyat menuntut bumi yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih adil.” Dengan semangat itu, Gerakan Rakyat tanam pohon di Miangas menjadi inspirasi bagi seluruh nusantara. Dari Titik 0 Km, gerakan rakyat menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu langkah kecil, dari satu bibit yang ditanam dengan penuh harapan.

Baca Juga